(Kami Berharap Semoga Anda Dapat Menemukannya Di Dalam Blog Keluarga Kami Ini, Jika Tidak Ada Kami Mohon Anda Tuliskan Hal Tersebut Dalam Buku Tamu Kami)

Selasa, 17 Januari 2012

Ahmad Thoufur MH

Jempol Facebooker
Kicauan di Twitter Via Google +
It's me in 2004
Ahmad Thoufur adalah nama kepala keluarga HaSnaNif At-Thoilah. Asli anak BeCeng alias BEtawi CENGkareng yang lahir pada tanggal 13 Juni 1971. Nama Ahmad Thoufur sempat beberapa kali berganti, yaitu Ahmad Thoifur, Ahmad Thaufur, Achmad Thoifur dan terakhir Ahmad Thoufur… Alhamdulillah gak pernah ada nama Thaifur, kayaknya agak kurang enak kali ya?… hehehe…


Adapun MH di belakang nama Ahmad Thoufur bukanlah gelar Master Hukum, akan tetapi nama dari kedua orang tua, yaitu Matoni, seorang pensiunan PNS Kementerian Dalam Negeri, dan Hasanah, ibu rumah tangga…

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga besar Betawi yang kental dengan nilai-nilai Islam yang tradisionalis, “Ipuh”, demikian nama panggilannya semasa kecil di kampung, telah mampu membaca dan menulis Latin -bahkan Arab- sebelum memasuki usia sekolah.



Hal itu lebih disebabkan miliu atau lingkungan Betawi yang memang mengharuskan seorang anak bisa membaca Al Quran sedari kecil… Namun besar kemungkinan memang didikan orang tualah yang membuatnya seperti itu… alhamdulillah… رب اغفر لي ولوالدي وارحمها كما ربياني صغيرا … آمين


Tahun 1977 dia masuk ke SDN Kedaung Kali Angke 07 Pagi yang berlokasi di Pertamina, karena proyek Cengkareng Drain tahun 1982 sekolah itu direlokasi ke Komplek Cengkareng Indah, namun ia sempat berhenti setahun karena ngambek terjatuh dari motor ketika diboncengi Ayah ke sekolah, akibatnya masa sekolahnya di SD itu molor jadi 7 tahun lamanya. Experience is the best teacher. Pengalaman yang mengesankan…!!! Alhamdulillah, walaupun pernah ‘mogok’ sekolah, tapi ia tamat sebagai juara umum di SD tersebut.




Tahun 1984, setamat dari SD, ia masuk ke SMP Negeri 82 BDN Jakarta yang kala itu dikepalai oleh alm. Bustami Chatib. Kegiatan OSIS, terutama bidang keagamaan dan olahraga tekun dijalankannya selama masa-masa belajar di SMP ini.



Bahkan di masa-masa inilah SMP Negeri 82 memiliki stasiun radio sendiri dan juga menerbitkan majalah sekolah untuk kalangan internal dalam bentuk yang cukup luks untuk masa itu…Tamat dari SMP, pada tahun 1987 ia melanjutkan pendidikannya ke Pondok Modern Darusssalam Gontor.





Di PM Gontor ia mengaktifkan diri dalam kepanitiaan acara-acara di PM Gontor, juga menjadi pengurus rayon, klub bahasa dan “jajan” di Kiftir belakang Qo’ah ma yang disamping Comas… Tahun 1991 ia menamatkan studinya di PM Gontor setelah 4 tahun yang melelahkan di kelas experiment… alhamdulillah… Langsung setamat Gontor ia mengabdikan dirinya di Darul Arafah – Medan selama 1 tahun dengan berbagai pengalaman yang cukup mengesankan sampai ke Tugu 0 km di Sabang.

Dari Medan, pada tahun 1992 ia melanjutkan studinya di Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada Fakultas Agama Islam Jurusan PAI. Menjadi Ketua Tingkat Abadi sampai selesai dan Penerima Lencana Mahasiswa Terbaik 2 UMJ Tahun 1997, di UMJ ini jugalah ia menemukan tambatan hatinya, Ella Nurlaela… ceileeehhh…!! So sweettttt…!!!

Tahun 1997 inilah, tepatnya 15 Agustus 1997, ia resmi menikahi Ella Nurlaela yang dilamarnya pada tanggal 13 Juni 1997, dan dengan demikian bersatulah dua nama AHMAD THOUFUR dan ELLA NURLAELA menjadi AT-THOILAH…


Pada masa perkuliahan, ia juga mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar dan pendidik di beberapa tempat.. karena menjadi seorang guru memang cita-cita yang diinginkannya sejak kecil…!! Tahun 1994 menjadi Tutor Kejar Paket A di Cengkareng dan Pembina Ekskul Bahasa Arab SMK Bina Kesuma Bintaro di 1995. Tahun itu juga ia mulai mengajar di SMU/SMK Eka Sakti Cengkareng dan dilakoninya selama 5 tahun sampai tahun 2000 walaupun pernah diselingi dan dibarengi dengan aktivitas mengajarnya di SD Islam Al Azhar Bintaro tahun 1997-an, SMK Islam Bahagia Grogol Petamburan 1998-2000 dan SMK Islam Al Huda Kebon Jeruk 1998-2000.


Ketika menjadi guru di Eka Sakti itulah, ia sempat mendapat julukan “Juragan Kolor“, sebab memang ia sering datang ke sekolah dengan membawa tiga karung besar yang berisikan kolor (baca: celana pendek untuk olahraga) pesanan para pengecernya di wilayah Cengkareng dan juga Kebon Jeruk serta dengan berjualan kolor itu jugalah ia bisa membeli gubuk kecil yang sampai sekarang ditempatinya sejak selesai renovasi 22-11-99… بيتي جنتي

Tahun 2000 ia keluar dari Eka Sakti dan masuk ke SMP Al Syukro Islamic FullDay School sampai Maret 2005, ketika ia mengundurkan diri dari Al Syukro karena menjadi abdi negara di Jakarta Barat. Begitu banyak kenangan manis yang dialaminya di Al Syukro, kekeluargaan dengan teman-teman -walau hanya internal SMP-, kedekatan dengan siswa dan walinya, serta lainnya. Bahkan sampai sekarang pun jalinan silaturrahim tetap terbina, baik olehnya maupun para siswa dan orang tua mereka… alhamdulillah


Sejak Tahun 2005 sampai sekarang ia menjalankan tugasnya sebagai seorang guru professional di MTs. Negeri 10 Jakarta, walau pernah diseling dan dibareng dengan tugas mengajar di MA Annida Al Islamiyyah Duri Kosambi, SMK Citra Adhi Pratama 1 Outer Ring Road Cengkareng dan Dosen Ulumul Quran serta Kajian Literatur Arab tentang Pendidikan di Kampus B Universitas Muhammadiyah Jakarta


Aktifitas Ahmad Thoufur MH lainnya sekarang ini adalah menjadi tutor atau pembina di paguyuban bapak-bapak di wilayah tempat tinggalnya, majlis taklim kaum ibu dan kegiatan lainnya sejak tahun 2000-an awal. Ia juga berusaha aktif memenuhi amanah khutbah dan ceramah serta taklim yang telah diembankan kepadanya sejak tahun 2002 di beberapa tempat seperti di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Hotel Nikko Jakarta, PT. Jamsostek Pusat, dan juga di beberapa lembaga pendidikan, seperti Baitul Ulum UT Pondok Cabe, STIE Ahmad Dahlan, Fak Agama Islam, High Scope International TB Simatupang, SMU. Negeri 1 Serpong dan lain-lainnya seperti di Masjid Raya Komp. Depag Bambu Apus, Masjid Quba Kompl. DPR-RI Joglo serta masjid-masjid di wilayahnya, seperti Al-Ikhwan Cipadu, Al Muhajirin dan Khoirul Amal Taman Asri, At-Taqwa Cengkareng dan di Musholla MTs. Negeri 10 Jakarta …. subhanallah wal hamdulillah… اللهم إني أعوذ بك من الريا والسمعة







Demikianlah selintas tentang Ahmad Thoufur MH yang sampai saat ini tidak pernah berhenti memohon maghfiroh, rahmat dan ridho Allah SWT atas segala dosa dirinya yang bagaikan mata air… tak pernah kering dan tak pernah berhenti… selalu dan selalu berbuat dosa… Mohon doanya…!!!

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus